SeptemberTeduh

“Mata adalah cermin hati,
pancarkanlah kebahagiaan di wajahmu meski hati terluka”
Onesta,07
SeptemberTeduh
Oleh : Oki Pramudia Ananda.
Hak Cipta © 2007 Pada Penulis
Hak cipta dilindungi undang-undang, dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotocopy atau system penyimpanan lainya tanpa izin tertulis dari penulis.
Boong ding..! becanda, buku ini ngga resmi ko..! he..he..he..!!!
Thank’s
Oki Pramudia Ananda.
Kata Pengantar
Waktu aku seminar di acara bertemakan “Karya Tulis” di Campus BSI Salemba Jakarta ada salah seorang yang bertanya yang menurut aku sangat tidak umum “Apa sih asyiknya jadi seorang penulis?” dan narasumber menjawab “Menjadi seorang penulis berarti kita berkarya dengan perpaduan fikiran dan hati, bahkan bisa jadi lebih berpengetahuan daripada karya lain, inilah asyiknya jadi seorang penulis”.
Tak bisa di pungkiri menulis sering disamakan dengan suara hati, tau ngga awal mulanya aku ingin sekali jadi seorang penulis? Karena aku ingin terkenal dan bisa mendapatkan uang dengan hasil tulisanku, tapi pada saat cita-cita itu menggebu, aku lihat banyak sekali karya-karya yang jauh lebih sempurna, dan kayaknya ngga mungkin banget aku bisa menjadi penulis yang terkenal, tapi aku ngga menyerah begitu saja aku akan tetap berkarya, ya..! walaupun akhirnya aku nikmati tulisan ini sendiri dan tanpa menjadi terkenl,tapi setidanya aku memperoleh kepuasan batin tersendiri.
Tulisan di buku ini berisi sedikit tentang pengalaman-pengalaman aku, yang aku salin dari catatan harianku, sebenernya isinya gak ada yang special, karena aku sendiri juga pusing, ini buku sebenarnya tentang cerita,kumpulan puisi atau hanya sebentuk surat biasa saja!!#@, ya..!! apapun itu buku ini hanya akan aku persembahkan buat kamu seorang, mungkin dengan buku ini kamu bisa melihat secuil sisi kehidupan aku yang belum pernah kamu ketahui, dengan buku ini juga mungkin kamu bisa menebak-nebak aku ini orangnya seperti apa Melancollis kah..,Romantis kah…,atau emag Culun..!?. semoga buku ini bisa menjadi salah satu saksi sejarah Cinta kita nanti.
Oky
Soemedang, 26 September 2007
Jam : 14:18 Sore hari
Dari Penulis :
Assalamu’allaikum…
Hayo!! Pasti udah ngga sabar nunggu proyek buku ini jadi ya..? ngaku aja dech!. Allhamdulillah akhirnya buku ini jadi juga, walaupun tanpa surat izin yang resmi, tapi ngga apalah toh buku ini khusus buat kamu, nah..!! kalo bisa yang laen ngga usah tau ya!!.
Seperti yang udah aku jelasin tadi di kata pengantar, buku ini isinya emang ga jelas geetoo..!, mangkanya sebelum kamu baca buku ini aku wajib wanti-wanti sama kamu bahwasannya kamu harus siapin : Obat sakit kepala, obat mata, and one again kamu harus dalam fikiran yang tenang, sooooalnyaaaaaaaa!! Aku takut kamu malah ngga ngerti terus pusing, sakt kepala, sakit mata, kunang-kunang dech!, pokonya suka ngga suka baca aja ya itung-itung sejenak ngisi waktu kamu yang kosong.
Oke dech! Kayaknya ngga perlu berpanjang kata lagi (takut keburu bosen), langsung aja balik halaman berikutnya, semoga berkenan ya..!!!
Wasalam…
BIO DATA
Nama : Oki Pramudia Ananda (asli loo..)
Nick Name : Kadang di pangil Brengsek tapi
seringnya aku di panggil Hey…!!!
TTL : Sumedang, 19 januari 1985 (saurnamah wengi)
Alamat Rumah : Masih rumah orang tua alias numpang
Cimalaka Lembur Gedong Gg. Nila Rt. 01 Rw. 06 No. 5
SUMEDANG 45353
Pekerjaan : ya gitu! gitu dech..! koloyong ka kaler koloyong ka kidul
Maksudnyamah penganguran yang sibuk
Hoby : Olahraga Renang
Makanan : Ah..! aku orangnya ngga “kumaki” asal ada sphagetti,
pizza, dan beger itu aja udah cukup
Minuman : Air putih & Fanta tapi… yang laen juga boleh
Cita-cita : Kalo waktu kecil pengennya sih.. jadi Dokter tapi sayang
ngga nyampe
lagu favorit : – I wiss I could stay (Saybia)
- Sing for absolution (Muse)
- Boulivard of broken dream (Green day)
- Tanjakan Burangrang (Darso)
Pacar : Beribu bintang di langit hanya satu yang paling terang
Beribu wanita cantik hanya ’Emma yang Oki sayang!!
Kesan : Saat-saat bersamamu…….
Moto : tak ada rotan akarpun jadi, tak ada uang ngutangpun jadi.
Malam hari yang sunyi…
Malam ini mataku terasa mengantuk luar biasa, tapi aku tetap harus menyelesaikan tulisan ini Heh!(nadaku meremehkan), kadang aku suka mikir apa kamu mau membaca semua tulisan ini? Padahal isinya cuman sekedar tulisan, udah gitu ditulisnya dengan nyawaku yang tingal separuh lagi, karena nyawa yang separuhnya lagi sudah ada di tempat tidur he..he…, aku takut kamu bosen terus kamu sebel dan akhirnya mencampakan tulisan ini. Kemudian kamu cari yan lebih bermanfa’at, lebih bermutu, dan jauh lebih menggit, kayak komiknya Sincan, Doraemon, atau Novel-novel karya pengarang terkenal.
Tungguuuuu! Jangan kau hempas dulu buku ini bacalah dulu dan rasakakan (makanan kaleee…!!!) mungkin dari tulisanku ini kamu bisa mendapatkan sesuatu yang belom kamu dapatkan sebelumnya di buku-buku lain (yang pasti dapet pusing, sakit kepala, dan sakit mata…) tapi bener ko…mungkin aja kamu mendapatkan inspirasi yang berbeda., sungguh…semua ini aku buat hanya untuk kamu, aku ngga tau kamu berfikir ini konyol ataw tidak di mata kamu? Yang pasti aku hanya ingin mencurahkan semua perasaanku di buku ini.
Cerita ini sudah lama banget kalo ngga salah 3 tahun yang lalu, setelah aku kerja di daerah cawang jakarta selatan, lalu aku mencoba mencari peruntungan buat cari kerja di daerah Bogor, setelah sekian banyak lamaran yang aku salur-salurkan ke perusahaan-perusahaan tentunya dengan biaya dan pengobanan yang cukup berat, dari mulai waktu tenaga dan fikiran aku fokuskan untuk cari kerja, al hasil akhirrnya pengorbananku ngga sia-sia aku dapet juga tawaran dan pangilan kerja, diantara tawaran-tawaran kerja itu hanya satu yang aku anggap layak untuk aku terima, dan Fuji Film lah yang aku terima, setelah aku di inteview ternyata aku di tempatakan di posisi Operator percetakan fotho, untungnya aku pernah belajar Desigen Grafis jadi aku ngga begitu banyak mengeluh tentang pekerjaanku ini. Setelah aku mulai merasakan enaknya bekerja aku mulai berfikir ke lain hal…!!!!
Akhir-akhir ini cuaca Bogor sepanas penggorengan, jika berjalan di siang bolong para pejalan kaki harus berkelit menghindari cahaya matahari yang terasa menonjok ubun-ubun dan siang itu sepulang kerja aku berlindung di bayang-bayang bangunan yang belum jadi.
Yang aku tau setelah kebijakan pembuatan jalan tol sebagai solusi kemacetan digulirkan, pemerintah kota mencacag pepohonan besar yang membutuhkan puluhan tahun untuk tumbuh dan berkembang, mereka yang rindang di bacok, mereka yang memberi keteduhan di bantai semena-mena, mengapa pemerintah tak mencari alternatif lain semisal membatasi ‘hoby beternak mobil’ atau menghentikan izin trayek angkutan umum yang jumlahnya menurutku sudah tidak Proporsional jika dibandingkan dengan panjang dan lebar jalan (kata-katanya boleh nyontek di acara berita di TV…!!) tapi bener ko kenapa pemerintah begitu kejam memperlakukan paru-paru bumi? Aku marah merangas arghhhh! Grhhh…!!! Ngiung! Ngiung..@#!?? @ heh….!! Terlalu jauh nich ngomongnya pembicaraan tentang pemerintahan dicukupkan saja dulu ngurusin diri sendiri aja susahnya minta ampun, ya udah kita balik lagi ke cerita tadi.
Beberapa tahun yang lalu aku menetap di sebuah kampung daerah Cikeas yang letaknya antara Bogor, Ciangsana, dan Bekasi (anak-anak gaul di sana menyebutnya Bogor Coret) meurut teteh pemilik warung tempat aku mengutang, Bogor ini adalah tempat
Teteh Warung: “Nugelo oge cageur cicing di dieu mah!”
Aku: “bener juga the dulu juga aku gla”
Teteh Warung: “sekarang?”
Aku: “gilaku hampir sembuh, dulu aku emang gila tapi kalo mau di tagih hutang, kalo mau ngutang baru sadar lagi ha..ha..“(jawabku sambil tertawa!!)
Aku kos di kamar paling belakang dekat hutan bambu yang gemerisik daunnya membuat khayalan sampai ke laut (itu Cuma pengindahan kata saja biar ga terlihat jelek!) padahal aku tinggal deket kebon aku di sana memiliki indung semang yang akrab di panggil Emak, umurnya 60 tahunan, mukanya saram karena keriput L, tapi biar bagaimanapun seramnya, beliau terlampau baik. Suatu saat ketika aku jatuh sakit selama seminggu, subuh-subuh buta emak membuat keributan seperti orang perang! didapur, aku baru dapat menyimpulkan keributan itu ketika bangun dari tempat tidurku, ternyata emak membuat telor dadar dan sayur sop gratis untuku, menakjubkan!! Emak masih berfikir tentang kesusahan orang lain pdahal dari kebanyakan orang melihat sesuatu itu dari kemegahan materi, emak itu susah, emak itu miskin, rumahnya terbuat dari bilik rapuh yang sudah lama tak diperbaiki, barang yang ada di rumahnya pun sederhana.
Menyadari itu semua aku merenung di dalam kamar sambil membuat kesimpulan : memeang benar emak miskin tapi biar miskin emak tetap gagah, kemiskinan tak membuat wanita tua itu luntur bagiku emak adalah orang terkaya di dunia, aku iri melihat emak menjadi seorang molyuner pahala, oh..emak engkau idolaku oh emak engkau jagoanku, emaaaaak jangan tinggalkan aku!!!!!.
Di samping hidup bersama emak (tentunya bukan tidur bersama) ada satu hal yang membuat aku betah tinggal di bogor kebersahajaan alamnya di tengah-tengah bogor yang panas, aku menemukan danau buatan yang membuat jiwa tentram jika memandangnya, sebab itulah setiap kepala ini pusing maka aku tinggal melangkahkan kaki jalan setapak menuju danau yang di pingirnya menyembul rumput-rumput yang berwarna merah marun, disini aku bersila di atas tanah pinggir danau sambil melihat milyaran riak yang tempias di tempa cahaya sinar matahari, aku masukan telapak kaki hingga lutut ke permukaan air danau, ceessss!!dingin menyusup ke kepala, pusing pun reda jika tak juga reda aku buka baju dan aku berenang disana.
Dua tahun sudah aku di Bogor, dan bekerja disana adalah hal yang tak akan pernah aku lupakan, suatu waktu aku harus meninggalkan Bogor, karena tak aku sangka Kaka ku menawarkan aku untuk melanjutkan Sekolah, tawaran ini memeang menggembirakan buat aku J, tapi aku pesimis jika Depok dapat memberikan pengalaman berharga bagi kehidupan ku. Setelah aku jalani selama satu tahun ternyata dugaanku salah.
Selama aku kuliah di BSI Depok perjalanan pertamaku di Depok adalah, aku banyak meluangkan waktu berkeliling mencari bursa buku murah, salah satu tempat penjualan buku yang aku sukai adalah di statsion kreta api yaitu nama daerahnya Kober,

yang aku tahu Kober itu berasal dari kata “kuburan” karena konon dulunya memang bekas kuburan, mangkanya aku suka lucu aja mentang-mentang namanya Kober sampe yang jualan makanan aja semua makanan memakai nama “setan” seperti misalnya : Es Pocong, Nasi Tuyul, Nasi Kuntilanak dan banyak lagi nama2 setan yang lainya, oya.. balik lagi ke bursa buku mahasiswa pelajar, kolektor semua hunting di sana, mereka berharap menemukan buku kuno untuk dijual kembali dengan harga yang mahal, jika aku berjalan-jalan lagi di daerah kober aku sering tertawa mengingat kejadian yang pernah aku alami disana.
Siang itu tepat dibawah pepohonan yang batangnya menyembul dari balik terotoar, seorang lelaki berkumis tipis berjaket kulit hitam mendatangi sejajar dengan kupingku ia berbicara dengan nada yang serendah-rendahnya
Penjual: ”Cari buku apa dik?”
Aku: “ah..Engga cuma lihat-lihat aja siapa tau ada barang yang bagus” (jawabku)
Penjual: “Nih ada..! Majalah Playboy, Penthous, semua lengkap dik barang baru nih…!!”
Aku: “Henteu ah…doraka!” (jawabku sabil sedikit trtawa)
lalu penjual buku itu marah-marah dan berteriak
Penjual: “Dosa!, neraka…! Bukan neraka mas tapi syorga!” (sambil mengerutu)
Sepulangnya dari kober aku menyusuri rel kereta api demi mencari jalan pintas menuju suatu tempat, aku melihat satu-satunya orang disana lalu aku tegur orang itu
Aku: “Kang Nuju naon?”
badanya Macho mukanya cengengesan
Bencong: “ih…yey mau kemana ko tanya-tanya?”
aku denganr suaranya ko mirip Wadam bisiku dalam hati
Bencong: “ih…mas mau kemana udah disini aja !!” (centil laki-laki jadian itu mengoda)
“mas disini aja” (lidahnya melilit-lilit dipermainkan)
aku gemetar, aku takut tanpa menghiraukan permintaanya apa lagi mempertimbangkan tawarannya yang aje gile Naudubilahimindzalik dan ilmu kaki seribuku dikeluarkan. Akhirnya aku pulang ke rumah membawa kejadian2 yang aneh2 huh…cape banget de
Sms Ke 25
Bagaimana kalo misalnya hidup kita tanpa cinta? Garring! Kiranya itu jawaban yang paling tepat. Orang pasti akan menjadi mudah tersinggung, kejam, sadis, anarkys, tidak ada empati dan perhatian kepada orang lain, tidak ada harmonisasi dalam kehidupan ini.
Huh….!! Untung Itu cerita aku dulu dan kejombloan itu segera pergi dari hadapanku, dan akhirnya aku bisa bertemu dengan kamu. Oiya kamu masih inget ngga sama surat yang pertama kali aku berikan sama kamu, isi surat itu memeng sebagian aku ambil dari kisah ini (Coba dech.. kamu baca lagi suratnya pasti ada yang sama).
Mungkin ini semua berawal dari sebuah takdir, kejadian ini bermula di akhir semester. Akhirnya smester 3 berakhir sudah dan aku sangat Boring kalo mau menghadapi liburan yang panjang (waktu itu aku belum kenal kamu), waktu itu aku memang sedikit males-malesan soalnya gimana ga males coba! Liburan yang akan aku hadapi panjangnya minta ampun lamanya 2 bulan lebih kayaknya BT banget, udah ngga punya CW, liburan kali ini ngga ada special nya. Aku berharap liburan smester ini segera berakhir.
Pagi hari banget aku siap-siap beres-beres, perlengkapan yang harus aku bawa dari mulai baju, celana, buku, dan tek-tek bengek lainya, aku membawa semua perlengkapanku dan tanpa aku sadari ternyata tasku sudah tak cukup menampung lagi, tasku sudah terisi penuh dengan barang-barang dan pastinya sangat berat banget. Sampai pada terminal kampung rambutan aku mulai di kroyok para calo mobil yang menawarkan jurusan Calo1: “A..Bandung hayu.. atuh bade angkat, bade kamana atuh..!”,
Calo2 : “ mas…Tegal mas..!!” (dengan logat medoknya)
keadaan seperti ini memang biasa terjadi kalau kita sudah ada di dalam terminal, lalu aku duduk sebentar di halte bus, tak lama aku duduk di halte ada bis CBU datang
Aku: “nah…ini dia bisnya akhirnya datang juga” (sambil menghela nafas panjang)
setelah bis itu ngetem hampir ½ jam penumpang pun penuh dan bis pun berangkat, aku dudk di dekat laki-laki yang kelihatannya usianya sama denganku,
Aku: “A…bade lungsur dimana” (sapaku memulai pembicaraan)
Laki2: “Ah..biasa we bade uih ka Sumedang..!” (nadanya melmah sopan)
Aku: “Di mana sumedang na?”,
Laki2: “Eta di dinya di Rancakalong..!”
wah akhirnya aku punya temen ngobrol juga sampe Sumedang dan kebetulan aku hafal banget daerah itu, setelah kurang lebih 500m bis itu jalan aku melihat ada penjual koran yang gerak-geriknya menurutku mencurigakan, ternyata di balik dagangan koran itu aku melihat dia memegang pisau dan tanpa aku sangka entah kebetulan atau bagaimana… si tukang koran itu menodong laki-laki yang duduk di sebelahku aku mulai kaget ketika tukang koran itu mengancam akan menusuknya kalau tidak memberinya uang, aku ngga bisa berbuat apa-apa melihat kejadian itu, dan aku melihat di sekelilingku juga ngga ada yang bisa nolong dia, setelah laki-laki itu memberikan semua isi dompetnya penjahat itupun lari dan mulai hilang dari pandangan, setelah aku tanya ternyata uang yang tadi tiu di rampok, setelah aku tanya ternyata itu adalah uang gajih dia selama sebulan kerja.
Melihat kejadian itu aku mulai berfikir kenapa Jakarta itu kejam seperti ini!!! Lagi-lagi aku mendapatkan pelajaran dari kejadian ini, setelah beberapa lama di perjalanan akhirnya aku sampai juga di kota Sumedang, dan aku merasa kota yang dulu sejuk, sekarang berubah menjadi panas bahkan mungkin bisa berubah menjadi seperti Jakarta Huh…aku takut itu terjadi di kotaku.
Singkat cerita aku sudah di Sumedang dan menikmati keseharianku. Satu hari, dua hari, tiga hari aku mulai merasa bosan tinggal di dalam rumah terus, tinggal di rumah rasanya boseeeeeen banget aku mulai merencanakan sesuatu, dan memang aku harus bikin acara sendiri untuk mengurangi rasa bosanku tinggal di rumah, “tapi apa ya…?”
Setelah luamayan lama aku berfikir dan aku putuskan aku akan mencoba main kerumah Eman teman sekolah aku dulu, aku ngga tau dia ada dirumah atau tidak, yang pasti aku ngga mau diam di rumah, sesampainya di rumah Eman aku mencoba memanggil dia dan ternyata dia sedang tidak ada di rumah.
Mamahnya Eman: “Eman na oge nuju magang di puskesmas Sumedang, antosan heula we atu didieu sakedap deui oge uih biasanamah..kalebet atuh jang…!!” (jawab ibunya menjelaskan)
apa boleh buat aku lagi bosan di rumah mening aku nunggu aja. Tiba2…..
Eman: “Assalamu’alaikum eeh..Qie tos lami ngantosan?”
terdengar suara Eman menyapaku dari balik pintu sambil dia membuka tali sepatunya,
Aku: “ah..teu acan Man nembege 5 menit” (jawabku)
Setelah itu lalu aku dan Eman banyak ngobrol-ngobrol kesana kemari sekedar melumerkan suasana yang memang agak kaku waktu itu, selagi aku asyik dengan obrolan yang ngga puguh judulnya tiba2 ada suara HP miliknya Eman menghentikan obrolan kami, aku lihat dari cara dia membaca “sms” sepertinya dia sedang mengingat-ngingat sesuatu, tapi aku ngga berani untuk menanyakan ada apa sebenarnya?, lalu Eman menengadahkan wajahnya dan bertanya padaku
Eman: “Qie apal teu jeung no ieu saha nya?” (tanya dia kebingungan)
Aku: “mana ningganli …”
aku melihatnya dan mencoba mengingatnya mungkin aku hapal dengan no yang Eman tunjukan padaku, tapi sayangnya aku tidak mengenali no misteri itu, aku mencoba menanyakan ada apa dengan sms-nya dan dia menjawab
Eman: “duka atuh da saurnamah kenaleun ka Eman jeung deuih nge–fans ka si Feri, saha nya Qie?”
kembali lagi dia bertanya padaku dan masih dengan jawabanku yang tadi aku tetap tak mengenalinya, dari pada pusing aku menyarankan agar dia telepon saja orang misterius itu,
Eman: “urang keur teu boga pulsa euy…!!” (jawab dia memelas)
akhirnya aku menawari dia supaya di telepon saja lewat HP ku dan memang kebetulan aku lagi punya pulsa waktu itu, tanpa mempertimbangkannya lagi Eman langsung menelepon orang misterius itu, dari jarak yang ngga begitu jauh aku mencoba menguping pembicaraan Eman di telepon dan aku mendengar nama yang tidak asing di telingaku diucapkan Eman sewaktu menelepon, tapi aku seperti terkena Amnesia waktu itu, aku tau nama itu memeng aku kenal swaktu aku di MAN 2 SUMEDANG, tapi aku benar-benar tak mengingat wajahnya samasekali rasanya otaku Blank mengingat wajah yang mempunyai nama Emma itu,
Disinilah awal mula aku merasa ada yang ngga beres dengan perasaanku, rasa yang aneh itu sangat kuat sekali. Sungguh aneh aku benar-benar ngga habis fikir kenapa di hatiku ada perasaan Cemburu yang kuat swaktu aku meliahat sms yang dililhatkan Eman padaku.
Sore itu aku pulang dari rumahnya Eman, kucluk… kucluk… kucluk…sampai di tengah jalan menuju jalan raya Angkrek Sumedang HP ku berbunyi dan sambil jalan aku membuka sms setelah aku baca :
“Hai ini sama Oki yang mana ? Oki suka ketemu sama Feri ngga, kalian dah pada nikah belom ? lagi pada ngapain sore-sore begini ?”
085221633730—18/08/2007—14:36:55
aku memang belum sempet minyimpan no ini sebelumnya di memory HP ku tapi aku bisa menebak ini pasti Emma, karena aku tau dari sms yang kamu tulis menanyakan Feri, dan perasaan cemburu itu kembali muncul walaupun dengan kadar yang tak begitu besar, aku mencoba membiarkan rasa itu muncul dan berharap segera hilang karena aku bukan pacar kamu waktu itu kenapa aku harus punya rasa seperti ini, lagi-lagi aku merasa bingung sendiri.
Berawal dari sms itu aku mulai selalu berbalas sms denganmu hingga sampai di sms yang ke-17 aku berhasil bertemu denganmu, karena itu yang aku nanti semenjak aku merasa menggebu ingin sekali bertemu kamu karna terus terang aku benar-benar tak 100% ga ingat wajahmu, berangkat dari rumah aku mencoba menebak wajahmu yang masih ku ingat dari sisa ingatanku 4 tahun yang lalu, dan waktu itu aku mencoba membuka lagi memory otakku, tapi apa yang terjadi setelah aku melihatmu aku merasa tebakan yang aku bayangkan dari rumah ternyata salah aku pangling ngeliat wajah kamu, tapi setelah aku menatapmu lebih lama memang benar itu kamu Emma teman sekolahku dulu 4 tahun yang lalu, dan saat ini allah mempertemukan kami lagi allah memberiku rasa yang berbeda dengan 4 tahun yang lalu, rasa apakah ini “mungkinkah aku suka sama dia ?” pertanyaan itu mulai selalu muncul di benaku setelah aku bertemu dengan kamu, saat aku memegang tanganmu ada rasa yang lain yang ingin sekali aku ungkapkan padamu tapi aku tak kuasa untuk mengungkapkannya, dan rasa itu perlahan berkembang hingga sampai di sms yang ke-25 yang kamu tujukan padaku, dan itu memberiku titik terang dan memberi jawaban atas parasan hatiku padamu :
“Memang apa yang kamu harapkan dariku ? secara…ngga ada yang special dariku, jadi resminya kita dah jadian nich..? jujur aku ngga nyangka baget kita bisa kayak gini, apa suatu saat kamu ngga akan menyesal ?”
085221633730—27/08/2007—20:12:14
Aku merasa bahagia banget saat aku mendapatkan jawaban yang aku maksud, aku bahagia ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan, aku yakin semua laki-laki didunia ini akakn merasakan hal yang sama bahagianya seperti aku ketika cintanya terbalaskan. Inilah jawaban yang aku nanti, yang aku harapkan setiap kali aku sms-an sama kamu, saat itu alampun terasa indah seolah mereka menyambut kebahagiaan ku, Allah menghadirkan Bulan Purnama dan beribu Bintang saat itu, membuat khayalku melambung ke langit ke-7. Thank’s Allah you give Emma in my flank, and i very be grateful.
Emma ! aku ngga tau tullisan ini berbentuk surat, puisi, cerpen, atau hanya curahan hati saja, terserah kamu mau menyebutnya apa yang jelas ini caraku untuk mengungkapkan perasaanku yang paling dalam mungkin kamupun tak akn bisa mengukurnya.
Aku ngga nyesel walaupun aku akhirnya harus cuti Kuliah, karena aku bisa menemukan sesuatu yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya yaitu Cintamu, yang aku harapkan bisa memberikan suport buatku, dan tentunya mencintaiku apa adanya.
mail wich not chance sent
surat yang tak sempat terkirim
Mei 2008
to.Emma
Emma sayangku, sudah hampir 8 bulan kita Bersama meskipun kita jarang ketemu tapi aku yakin setiap pertemuan kita selalu ada kenangan yang tersimpan di dalamanya, setiap pertemuan kita menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Sayang! Semoga sejauh kita melangkah hingga sampai saat ini kita diberikan kerukunan, komunikasipun juga alhamdulillah masih lancar2 saja, ya .. walaupun kadang suka kehabisan pulsa he..
Sayang! Masalah kelanjutan hubungan kita mau di bawa sampai ke arah mana, biar semua mengalir dengan sendirinya, aku harap kamu bisa enjoy.. menjalani pacaran ini, saling mengenal tanpa kamu harus memikirkan dulu pernikahan, karena apa?? Pertama tentu kamu juga tau pernikahan itu sakral dam bukan untuk main2, kedua aku juga masih dalam keadaan kuliah, ke tiga aku masih belum berani bilang ke ortu soal pernikahan kalau aku masih dalam keadaan kuliah.
Sayang! Percayalah sama aku, aku ngga akan mencoba untuk meninggalkanmu, menghianatimu, menduakanmu, aku siap menutup hatiku untuk wanita lain hanya demi kamu kecuali Allah yang memeisahkan kita, aku harap keluarga kamu bisa mengerti keadaan aku, dan ngga akan menuntut aku cepat2 nikah,karena itu beban buat aku untuk saat ini, jika saatnya tiba aku janji akan secepatnya melamar kamu
Sayang! Mungkin hanya itu yang bisa aku sampaikan sama kamu di surat ini next time aku sambung lagi ya…
Wasalam
Oki
Opat dinteun muji teteh…
06 mei 2008
Teh… ngawitan urang papendank terus terang aya rasa nyeredet diana hate alit aa, ari suganteh perasaan biasa tapi.. da gening benten, pas teteh uih ka bumi duka kumaha mimitina ti dinya aa sok kapikiran wae teteh, mungkin eta nunamina cinta teh. Pokona a ngaraos nyaman tiasa sasarengan sareng teteh, pokona aa bahagia lah…
Teh.. a leres2 cinta ka teteh tapi kumaha cara ngungkapkeunana dina waktu ayeuna2 aa semakin nyaah mudah-mudahan salamina nya teh..
Perasaan teteh kumaha ka aa? Apa mungkin teteh ngaraos sami sapertos nu di raoskeun ku aa ayeuna? Teh jujur upami aa dipasihan kaayaan nu cukup sagalana pasti a bakal ngabulkeun naon wae kahoyong teteh, pasti teh… pasti.. a bener2 nyaah kateteh.
Teh… teteh teh baik, geulis, apa adanya, teteh teh best lah…pokonamah, tapi sayang nya jarak di antarau rang meni ngabentang jauh. A jadi emut kana lagu jaman baheula geunuing kieu geura :
”antara anyer dan jakarta kita jatuh cinta ….” masih inget kan lagu eta?? He..
Kaayaan urang ayeunateh lir ibarat lagu eta, tapi mudah-mudahan sanajan jauh cinta urang tetep kokoh nya teh…
Pan aya pribahasa indonesia ”biarkan anjing mengonggong kapilah tetap berlalu” he.. so sastra nya padahal nilai bahasa indonesia ge jeblok , tapi kanggo tetehmah a jadi banyak inspirasi, teh ieumah Curahan Hati aa mangkana tutur bahasana teu pararuguh, mudah mudahan teu lieur bacana, soalna aa ge nu nulisna lieur ieu teh…
Menjelang isya..
Teh.. a tos solat magrib tadi pisan teh a kangen… teteh kangenteu? Teh teteh tong ninggalkeun aa nya! Pasti a sedih teh.. teteh terang teu dina perasaan a ayeuna aa sedih pisan soalna kunaon? Sakedap deui a masuk kuliah sekitar 2 sasih deui perasaan a ayeuna campur aduk, aya atohna aya sedihna, aya geumpeur oge. Ari atohna lebih cepat a masuk kuliah otomatis kelulusan lebih cepat oge, jadi a tiasa planing cari kerja kanggo kebahagiaan urang oge, ari sedihna a pasti jarang papendak sareung teteh nu biasana papendak teh sasasih 3x, engkemah janten 3 sasih sakali bahkan 6 sasih sakal, nubiasana urang sok duduaan dina waktu nu senggang engkemahmoal tisa teh, a mah sedih pisan..pasti dina waktu2 pertama urang pisah a moal tiasa nerima kaayaan teh, a leres2 teu tiasa upami teu sareung teteh, a pasti ngerasa kehilangan teteh, mudah-mudahan urang duaan aya dina kaayaan cinta nu sajati, sareung moal hianat. Lepas tina kasedihan eta aa ge ngaraos gempeur soalna kuliah nuayeunamah aa teh teu apal sareung deuih pasti moal pada keneal, da pan aa teh ayeunamah murid baru deui he… teh doakeun aa nya mudah2n aa aya dina kalancaran sagala rupina, nu pasti harapan aa teteh tiasa ngajaga cinta urang, sing tegar, sing nutup ceuli kanggo omongan-omongan nu bakal mayunan salami a di depok, teh a selalu ada buat teteh meskipun a teu tiasa hadir langsung di hadapan teteh, tapi cinta aa selalu aya di hati teteh, i love u si much teh…
07 mei 2008
Ayeuna tabuh 10.15 pm a kangen deui kateteh.. teteh kangen teu? Teh unggal dinteun a sok ngaraos kangen ka teteh, setiap saat, setiap waktu a selalu inget kateteh, teh dinteun ayeuna a jadi ngaraos bersalah ka teteh, soalna a ngadangu teteh berobat a rewas pas ngadangu kabar eta, sa kainget aa teteh sok sakit unggal pendak sareung aa, tapi teteh sok ngayakinkeun aa bahwa ”eta sanes salah aa” tapi da angger we teh sok janteun fikiran soalna teteh sakit teh kejadiana sok kalereusan tos uih ti bumi aa, tapi mungkin etamah Cuma perasaan aa we nya he…
Teh a bade cerita waktos urang pertama kali pendak di alun-alun sumedang tanggal 27 agustus 2007 kitu.. terus terang a bahagia pendak sareng teteh memenng sich a kurang kenal ka teteh waktu mimiti ningali wajah teteh suganteh sanes teteh tapi pas urang basa eta salaman/kenalan terus teteh nyarios ”enya ieu abdi Ema” baru ayakin, terus urang teh ngobrol tentang masa lalu ti dinya a yakin teteh pasti jadi milik aa, buktina leres pan he.. teh terang teu waktu urang pendak teh fikiran a teh nuju dina kaayaan kusut, BT, dll…lah pokonamah tapi pas a pendak sareng teteh a hila[ sagalana tentang fikiran kusut aa, nu aya a berfikir kumaha rencana selanjutna supaya aa tisa pendak deui sareung teteh, tidinya a mulai bangkit dina keterpurukan, tidinya oge a seeur nyimpen harepan sareng teteh, pokonamah teteh sagalana kanggo aa.
O iya teh a bade nyarios sakedik tentang teteh, setelah pertemuan etateh pan selang sabaraha hari a langsung ka rumah teteh, di perjalanana a menikmati pisan pemandangan nu terhampar luas sawahna…eta oge jadi kesan kanggo aa, teh..teteh tuh orangna sederhana, baik pendiam, pehatian, teh… asayaaaaaaang pisan ka teteh, leres teh aa mah teu milarian wanita nu sanes, nu geulis, di diri teteh aningali sosok wanita nu pas sareng kriteria aa…tapi teteh tong kasinggung nya maksud aa teh milarian seseorang teh tong dina fisikna wae tapi hatena jadi luar dalem beautiful…
Teh a nyerat ieu teh khusus tentang teteh wungkul, soalna tiasa kenal sareng teteh teh sami sareng gaduh idola, leres teh sabenerna aa teh ngidolakeun teteh, komo deui teteh sangup jadi temen hidup aa salamina wah … pasti a bahagia pisan
Teh jujur nya a mah sok cemburu upami HP teteh teu aktif malah mah sok kesel, ataw teteh upami nuju amneg ka bandung, aa sok ngarasa teteh masih main hati sareng si Agus mantan teteh, kunaon nya teh? Apa a terlalu cemburu, atau a terlalu Posesif, tapi lereus oge nu di carios keu ku teteh ”apapun yang berkaitan sama mantan pasti menimbulakan pertengkaran” ternyata a merasakan ayeuna maaf nya teh upami a kadang teu ngaraoskeun perasaan teteh, mungkin peasaan teteh sami sareung aa ayeuna waktu a nyimpen foto C heni pasti teteh kesel pisan, kitu oge perasaan a upami teteh ameng ka bandung, sakali deui a minta maaf nya teh… upami a masih egois, masih mikirkeun perasaan nyalira. Teh a sayang ka teteh, a ngga mau teteh ninggalin aa, a ngga mau teteh menghianati cinta a walapun dalam hati, tapi teh a masih bingung naon sih nu jadi kebanggaan teteh hingga akhirna teteh tiasa milih aa ? mudah-mudahan sich teteh teu pura2 mencintai aa (amin..)
Teh a pengen curhat deui ka teteh, teh a kengen pisan ka teteh kumaha atuh cara ngobatana? Teh jalan hiji-hijina a kedah pendak sareng teteh! Tapi kumaha carana hanjakal nya jarak di antara urang meni pajauh ”coba lamun aya pintu ajaib nya teh…he..” teh kenangan sareung teteh tos seueur pisan janten sadinten we teu pependak sareng teteh a teh meni sono. O iya teh cita2 a ayeuna a hoyong teteh jandi istri aa wah pasti a orang nu paling bahagia sedunia upami cita2 eta kalaksanakeun,(mudah-mudahan nya teh!!) a nyarios kitu sebab teu menutup kemungkinan umur sareng teteh oge tos di bilang layak kanggo nikah cuman kaayaan aa na nu teu acan layak, a teu acan gaduh bebekelan kanggo urang ngabina rumah tangga , da rumah tangga teh harus siap sagalana, tina sandang, pangan, papan, ayeuna teteh tingali dina 3 syarat eta aya teu dina diri aa? Pasti teteh ge ngajawab teu aya… da cinta wungkulmah moal cukup kan…he,,,?
Teh penah teu teteh bayangkeun upami di dunia ieu teu aya nu namina cinta? Kukituna urangmah kudu bersyukur coba ayeuna upami atanpa teteh pasti a tos stress menghadapi permasalahan nyalira, pan ari babarengan mah aa teh jadi ngarasa tegar… kitu oge sebalikna…nya kan teh?
Oh enya teh masih inget teu waktu pertama kali teteh nginep di bumi aa? Terus terang teh aa mah bahagia pisan memeng waktu harita urang teu acan akrab pisan, tapi upami teteh tiasa maca hate aa, kebahagiaan aa teh jiga pancaran sinar patromak… he… langkung ti kitu ketang… upami teteh kumaha, bahagia teu pas ngineo di bumi aa?
Teh terang teu maksud a nganggo bahasa sunda dina tulisan ieu?
A hoyong curahan hate a tiasa ka ungkapkeun langsung seolah-olah a nuju ngobrol sareng teteh, setiap saat, setiap waktu.
Ngomong-ngomong soal keluarga teteh, jujur a ngaraos teu percanteun teteh tiasa bertahan setahun tanpa mamah+bapa / orang tua di sisi teteh, mimiti pisan a terang carita soal mamah teteh di palembang tidinya pisan a mulai semakin merasa sayang kateteh, a jadi merasa wajib kanggo menjaga teteh, masihan kasih sayang, Cuma a minta maaf a teu tiasa ngajaga teteh secara full tapi teu kituna a selalu panjatkeun do’a kanggo teteh sareng keluarga karena aa leres2 sayang ka teteh,
Teh a kangen…
A rindu kehadiran teteh..
A mung tiasa ngajerit tina hate.. bahwa a leres2 nyaah ka teteh.., teteh sagalana kanggo aa, i love you teh…
08 mei 2008
Waktu itu a sakit jadi a ga bisa nulis…
09 mei 2008
Teh… teteh nuju naon? Aa mah hoyong pisan pendak… tapi kumaha carana nya teh… sedangkeun mamah nuju ka situraja, rebo kamari, ah… kumaha nya?? A hoyong teteh nginep deui didieu.. supaya urang tiasa duduaan deui didieu. Teh ..hoyong pendak teu sareng aa? Aa mah kangen pisan…
Oh enya teh pami a ningali teteh nganggo acuk nu bereum tea.. jujur teteh katingali tambah geulis..(ehem..tong GR nya..) terus pami pake acuk nu pink.. nu aya rendaan geuning tah… pami pake acuk etamah,.. teteh teh katingalina sexi…menggoda gitu dech…he… jadi ngeres yeuh pikiran… terus a mah resep ningali teteh teh pami rambutna di beungkeut.. kitu ge katingalina gelis..
Teh a bade nyarios, sareung bade naros ka teteh.. tapi teteh tong ngambek nya!!!
Teh apa teteh pernah Ciuman sateuacana? Terus waktos sareung agus kumaha? Sareung mantan2 teteh kumaha? Apa teteh pernah di peluk atau lebih lah… tapi mun teu salah mah teteh ge pernah jawab pertanyaan2 kawas kieu teh.. dan alhamdulilllah ari ngadangu jawaban ti teteh mah a ge seneng sich…
Teh tulisan bahasa sunda ieu memang salah sahiji proyek tulisan aa sateuacana. Tapi tanggal 08 mei 2008 kaleuresan aa na nuju sakit…
Intina a selalu sayang ka teteh.. i love u teh, a sayang teteh.
Di saat kebahagiaan ni mulai tumbuh
Mengapa…mengapa..
Ada jarak dan waktu yang terbatas
Memisahkan kita
Satu tahun rasanya tak cukup
Untuk bersamamu
Andai aku bisa menguasai sang waktu
Rasanya aku ingin mengubah satu hari saja
Menjadi satu tahun lamanya
Agar aku bisa lebih lama mengenalmu
Satu bulan lagi kita terpisah
Jarak dan waktu
Sedih ku rasa bila mengingat itu
Agustus satu tahun yang lalu
Rasanya baru kemarin aku mengenalmu
Masih terasa suasana perkenalan itu di hatiku
Tapi mengapa…
Agustus ini kita harus terpisah
Maafkan aku sayang
Aku tak bisa merubah sang waktu ini untuk mu..!
02 juni 2008
20:01:05
Cerita pun terus berjalan sesuai deangan apa adanya mengikuti sang waktu yang tak bisa diubah, detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, sampai pergantian tahunpun akhirnya sampai pada di ujung penantian, pengumuman kelulusan kuliah pun tinggal menghitung minggu, semuanya ada di depan mata, rasa deg-degan, rasa penasaran, kebahagiaan, kesedihan bercampur menjadi sebuah sejarah dan harmony yang beragam bentuk, menyatu dalam otak berbaur pada efek keseharianku, berpangaruh pada kehidupan ku, segelintir pertanyaan pun tersirat di benak ku,.. inikah awal / malah akhir dari segalanya…? tentunya rasa negatif itu pun aku singkirkan jauh-jauh aku tak mau penantian yang selama ini aku tunggu dengan sejuta pengorbanan aku lakukan, dengan jatuh bangun aku terus bertahan demi satu nama yang selalu aku nanati selama bertahun-tahun.
Cerita pun dengan sendirinya berubah mengikuti alur maju ku yang tak terkonsep.. aku selalu pasrah dengan apa yang allah berikan padaku.
Mimpi demi mimpi ku hayalkan agar menjadi sebuah kenyataan, harapan ku yakinkan agar menjadi sebuah kenyataan 3 tahun aku mengenyam pendidikan bahkan plus bonus satu tahun di meja kuliah,karna kecerobohan ku. Tapi aku tak patah arang.. aku terus maju dengan harapan sebuah nama DIPLOMA,lucu memang aku kuliah.. dengan semua cerita yang sangat tak sesuai dengan apa yang kau byangkan, haruskah a ceritakan teh… tapi … sepertinya teteh harus tau sejarah dari semua perjalanan kuliah aa selama plus satu tahun ini di depok… setelah sebelumnya aku sudah menjalani 3 tahun untuk kuliah, akhirnya aku harus kembali lagi ke depok untuk menamatkan semua impian ku di jakarta ini.
Pada suatu pagi.. :
Cerita pun berjalan seperti biasanya pagi-pagi aku bangun, mandi, berangkat kuliah dan terus seperti itu sampai semuanya berakhir..
Cerita itu aku jalani di sebuah permukiman yang di namakan desa ciracas… di daerah depok jakarta timur.. seperti hari-hari yang berjalan seperti biasanya, aku tinggal bersama KK ku yang selama ini membiayai semua perkuliahan selama ini, dan aku ngga mungkin melupakan semua pemberian yang telah KK ku berikan kepadaku, tentunya dengan rasa syukur yang paling utama adalah aku curahkan sepenuhnya kepada sang penguasa jagat raya ini yaitu allah swt, yang telang memberikan semua nikmat dan karunia’y yang berlimpah, hingga aku bisa di beri kesempatan untuk menjalani perkuliahaan di jakarta ini, rasa syukur itu terus aku curahkan seiring berjalannya waktu yang tak pernah putus-putus, cuma… aku akui seiring rasa syukur itu aku panjatkan, di sini di tempat aku kuliah aku jarang sekali melaksanakan kewajiban yang 5 waktu, walaupus setiap kali teteh(doi) mengingatkan ku untuk tak lupa dengan kewajibn itu, tapi aku tetap saja lalai, di hati yang paling dalam ini aku sering sekali merasakan gejolah hati yang berkecamuk, sering sekali terbersit dalam pertanyaan ku
” ya allah aku ingin sekali mendekatkan diri padamu dengan lebih khusyu”
tapi sepintas saja aku berfikir seperti itu, dan akhirnya kewajiban itu pun akhir-akhirnya aku lupakan lagi…(maafkan aku ya allah..), tapi semua itu tidak tanpa sebab. Awalnya aku memang rajin untuk menja;ani ibadah, semenjak aku tinggal di kontrakan KK ku aku selalu kesulitan untuk menjalani ibadah, tentunya ada faktor-faktor tertentu dan faktor yang paling utama itu adalah tempat yang tak mendukung sekali untuk menjalani ibadah, jujur aku katakan keluarga KK ku ini, terutama istrinya jarang sekali melakukan ibadah,.. selain dari pada itu tempat yang begitu kecil membuat aku sulit untuk melakukan ibadah sholat.. setiap kali aku ingin sholat ada saja gangguan yang menghampiriku… walapun mamang sekali-kali aku bisa melakukan sholat..
Kebiasaan seperti itu terus berlanjut.. belum lagi aku mendapatkan fasilitas yang kurang nyaman, seperti : kalau saat ujian tiba aku sulit sekali belajar karena keadaan tempat yang kurang mendukung, kala ujian tiba aku selalu mempunyai keinginan untuk belajar malam hari.. sambil solat tahajud.. tapi keinginan ku itu tak bisa terpenuhi karna setiap kali ak akan belajar, aku selalu berfikir lagi 2x
”kalau aku belajar aku pasti membangunkan mereka yang sedang tidur”
Fikiran seperti itu selalu muncul di saat aku mau belajar karena tidur ku bareng dengan sodaranya istri KK ku yang sampai pada detik ini masih saja numpang. Akhirnya belajarpun tak sempat aku lakukan dan aku kembali dalam tidurku, hingga sampai pada suatu pagi aku selalu buru-buru ingin segera sampai kampusz untuk belajar meneruskan rencana yang semalam tertunda. Selalu dan selalu seperti itu, entah sampai kapan.
Hari ini tanggal 12/02/2011
Mungkin aku ngga akan bersama teteh lagi a harap semoga teteh bisa terbiasa menjalani kehidupan tanpa aa, a dah ga bisa sama teteh lagi mulai saat ini, entah kenapa aa merasa cinta kita sudah mulai pudar setelah a di jakarta lama ngga ketemu teteh, jujur a dah menemukan pengganti teteh yang a rasa Dia sangat istimewa dia lebih respek dibanding teteh, a minta maaf teh… karena rasa ini tidak bisa a tolak, a sudah terlanjur sayang sama Dia yang selama a di jakarta dia selalu perhatiin aa.
Mungkin menurut teteh ini bukan jalan terbaik buat mengakhiri hubungan, tapi bagi aa ini terbaik buat aa untuk menghindari rasa sayang aa yang semu terhadap teteh a ga mau ada kebohongan lagi di hati aa.
Kata Terakhir buat teteh :
Maafin aa, semoga kita masih bisa berslaturahmi walaupun teteh bukan siapa2 aa lagi.