Dengan puisi….
Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis jarum waktu bila kejar mengiri
Dengan puisi aku memutih nafas jalan yang busuk
Dengan puisi aku berdoa perkenankanlah kiranya
Cinta Ciptaan Kita
Tiada bahasa seindah puisi
Tiada lukisan seindah pandangan
Begitu juga cinta kita ini
Lautan madu kita renangi bersama
Badai di samudera tiada ku peduli
Takkan ku hiraukan kemarau di bumi
Demi ikatan kalimah yang suci
Keagungan sebuah mimpi cinta kita
Mini nyata akhirnya…
Saat saat indah begini
Usah biar berlalu pergi
Kita layarkan bahtera
Cinta yang mengusik jiwa…
Detik detik manis berlalu
Jangan biarkan ditelan waktu
Kita padukan kasih yang dibina
Bersama…
Lupakan sengketa yang melanda jiwa
Hilangkan rasa gundah, rasa curiga
Ucapan cinta berjanji setia
Takkan pernah pudar
Walau sepanjang zaman
Kita tetap bersatu
Relakan dirimu
Usah berpaling pada
Derita sengsara
Bukalah hatimu
Pada sebuah cinta
Ciptaan kita…
Satu Keyakinan
Saat itu beberapa bulan yang lalau
Saat pertama kali kita bertemu
Layarpun terkembang begitu saja
Mangantar kami dalam satu biduk kehidupan
Ada duka diantara kami
Saat kami bicara dalam kesamaan
Namun tak begitu mudah dengan perbedaan
Dukapun terkadang harus kami lalui, tuk mengakhirinya
Bahkan tak jarang kami harus bertengkar untuk itu
Waktu demi waktu kami lewatkan dalam tanya
Dan ceritapun terus berganti
Yang kadang kenyataannya begitu menyakitkan
Hingga kami sampai pada satu keyakinan
Bahwa perbedaan itu nyata
Tak jarang menjelma dalam sifat buruk
Dan allah sisifkan diantara sufat baik
Saat bisa menerimanya kebahagiaanlah yang didpat
Saat mengingkarinya dukalah yang mendera
Saat kamai yakin…!!
Bahwa itu akan selalu ada dalam kehidupan kami.
Puisi Untu Emma
masih ingatkah engkau ketika aku bicara ” perasaanku kepadamu lebih dari sekedar sahabat” saat kutanyakan perasaanmu padaku
aku masih teringat setiap detail semua kenangan itu,
mulai dari rambutmu yang terurai pendek, hingga tiap detail wajahmu tak kan pernah hilang dari ingatanku
aku selalu mengingat hari-hari ketika kita sering berbicara
membicarakan hal hal tak penting yang mengasikkan
sudilah engkau mengingatku sedikit saja
bahkan sebuah bintang kuberi nama sama dengan namamu
hingga saat ini , aku tak pernah bertemu denganmu lagi
ah, aku terlalu pengecut, aku terlalu egois
mungkin kah ini yang tak kau suka dariku
sungguh aku takkan pernah dapat melupakan namamu dan kenangan yang telah terjadi , walau sesaat
bagaimanapun kau acuhkan diriku hingga saat ini, perasanku masih tetap sama seperti dulu aku tetap menyayangi kamu Emma
aku rela terluka untukmu selamanya, aku mau menanggung derita ini sampai engkau mengerti
aku takkan pernah berubah untuk menyayangimu
aku takkan pernah dapat melupakan satu nama dalam hatiku
Emma.
Jadilah Diri Sendiri
Kehormatan itu suci janganlah kurang amalmu dalam kesukaran, tenanglah dalam bahaya, katakanlah selalu yang sebenarnya, yang benar adalah benar, yang salah adalah salah, kaya atau miskin adalah lahir, kita menghargailah orang lain dalam ukuran batin, siapa saja meski bagai manapun jangan pernah berbuat sesuatu yang bisa melukai hati orang lain.
Pancarkan jiwamu dengan genbira, dan jangan tampak pada lahirmu akan isi hatimu
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit,
Jadilah saja belukar tapi belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau
Kalau engkau tak sanggup menjadi belukar,
Jadlah saja rumput tapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak sanggup menjadi jalan besar jadilah saja jalan kecil
Tapi jalan yang membawa orang kemana arah mata air
Dalam sebuah biduk tidak semuanya menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya ? bukan besar kecilnya tugas yang menjadi tinggi rendahnya dirimu, jadilah saja dirimu sebaik-baik dirimu sendiri
Gadisku
Terhanyut khayalan senja
Gadisku…
Engkau datang lagi
Melambaikan tangan rindu
Rentang senyap cintamu kulihat lagi
Aku harap tak akan pernah berubah
Gadisku…
Manjamu
Senyum kecil itu
Mamanggilku untuk menghampiri
Tapi jarak ini…
Mengapa terasa begitu jauh
Gadisku…
Betapa hasratku ingin kesana ketepi pelukanmu
menggerakan kembali cinta kita
yang lama ku nanti
Gadisku…
Tetaplah di sana
Jelang aku kembali
Tunggulah aku disana
Aku akan datang
Aku akan brteriak dan berlari sekencangnya
Emmmaaaa aku cinta kamu…!
Berharap Kau Setia
Masih yang dulukah hatimu
Masih yang dulukah dirimu
Masih adakah rasa yang akan mengihiasi hati
Jika ku kembali nanti
Masih pantaskah aku berharap
Masih pantaskah aku menanti
Masih pantaskah aku menulis
Tentang dirimu
Tentang rasaku
Jika disana
Rasa itu masih akan tetap tersisa
Tetap siramilah
Biarkanlah bersemi
Agar menjadi tunas
Yang akan menjadi pohon cinta kita yang baru
Bahkan yang lebih rindang
Disini aku masih terdiam
Masih melihat bintang yang dulu kita lihat
Tetap menerawang
Berharap tuk menemukan wajahmu
Di antara bintang bintang yang tersenyum kecut
Aku berharap kau set
Panutan Hate
Teu sadar nerejeul nyalira tina lawang ati nu tos lami nutup
Duh…Emma salira ujug-ujug nembongan
Ngeleketek hate ngajak ocon di ta man e mpenan
Gelenyu emut anjeun nu tos lami leungit
Ayeuna katingal deui
Kapendak tina seredet hate nu tineung
Jamparing asih urang nu babar tina cureuleukna coca salira
Nu kaluar tina endahna pameunteu hate salira
Mugi-mugi tong pernah ical
Emma…
Ngagederna rasa kasono
Ngahaleuangkeun deui kidung asih
Rasa cinta nu ayeuna aya
Ngagalilndungkeun deui tembang katresna
Anu ngajanteunkeun urang ngahiji
Dina tali asih anu suci
Duh Emma pujaan hatekembang impenan
Hate ieu teu pegat-pegat nyebat jenengan salira
Salira teu welwh di antos dina lawang hate
Jangan Hentikan Harapanmu
Tidak setiap penantian akan datang
Tidak setiap harapan akan jatuh di pangkuan
Tidak setiap canda akan selalu jadi tawa
Ini dunia…!!!
Tapi jangan tertunduk
Jangan hentikan harapanmu
Tidak setiap awan yang mendung
Akan menjadi hujan
Tidak setiap tunas
Akan menjadi beringin yang rindang
Tidak setiap kuncup akan menjadi bunga
Kadang layu sebelum berkembang
Dan jatuh berserakan
Tapi jangan tertunduk
Jangan hentikan harapanmu
Ini dunia para pemimpi
Dunia yang berharap bisa menghembuskan angin sejuk
Meski terkadang yang datang
Badai topan maha dahsyat
Dunia yang memnjanjikan tawa
Meski terkadang tangis pilu yang datang
Tapi jangan takut untuk selalu tersenyum
Jangan hentikan harapanmu
Purnama Selamanya
Jangan gantikan lagi rasaku Tuhan
Dengan rasa yang kemarin
Yang berwarna pekat
Biarkan warna terang ini terus menjalar
Di setiap jengkal jalanku
Janan putuskan purnamaku
Janga biarkan awan hitam
Mengahalangi sejuk sinarnya
Selama ada terang bulan
Malam tak berujungpun akan selalu indah
Biarakan saja malam berganti malam
Tapi jika terangnya purnamaku terhalang awan
Gantikanlah dengan siang yang bermentari
Tuluskanlah sinarmu
Buat hangat di hati kami ber- dua
Kalau Saja
Kalau saja aku sebongkah karang di laut lepas
Yang tak goyah di hempas ombak yan kecil
Bahkan gulungan ombak yang menggunug
Tetep tegak di tiup angin siang, bahkan badai topan sekalipun
Tapi aku hanyalah sebutir pasir
Yang dapat dengan mudah di hempas ombak
Yang dapat dengan ringnan di terjang angin
Hingga jauh terlampar tak berarti
Kalau saja aku seekor elang buas
Yang terbang berputar di angkasa menggapai awan
Dengan mata tajamnya
Dengan lengking suaranya yang menggetarkan
Tapi aku hanya seekor burung kecil
Yang mengais sebutir padi untuk sekedar menyamung nafas
Bahkan tak jarang mencuri di hamparan sawah dengan rasa yang waswas
Decikan suara kecilku tak berarti apa-apa
Kalau saja aku hamparan hutan
Dengan ribuan pohon tinggi yang menjulang ke langit
Mata air senantiasa memancar
Sebagian mahluk bersorak didalamnya
Tapi aku hanyalah gurun tandus
Yang harus merengek untuk mendapatka setetes air hujan
Yang hanya berhiaskan kaktus berduri
Jangankan untuk hidup disana
Membayangkannya pun orang tak akan sudi
Tapi mungkin saja suatu saat nanti
Aku akan setegar karang, sebuas elang, juga sesubur hutan
Menunggu saat itu tiba
Aku akan tetap tersenyum
Malam T’lah Larut
Langit di atas sana hanya telihat Rembulan dan Bintang-bintang yang menemaniku di balik jendela kamarku
Sempurna…
Aku kembali termenung…
Disinilah aku sendiri lagi sekedar mencoba mennyia-nyiakan waktu yang beku, sungguh berharap sepi ini akan segera hilang dan berkata “semua akan berakhir segera”, atau nanti namun pasti. Betapa aku tlah sunguh-sungguh merangkuh bayangmu, mengapa ?, aku tak peduli mungkin kabahagiaanku tak terurai dengan penjelasan, terjaga oleh sinar surya tua yang sama, tak akan terlalui, aku letih out sudah pasti namun aku bahagia.
Dan dalam kesendirianku ku akan tetap Rindu tak berujung, yang berayun pada naungan malam yang tak berindung, tersapa tak sengaja rasa cinta yang setia, ternyata angin tahan semilirnya dan rembulan memincingkan matanya iba terpesona.
Cinta itu memberikan kehidupan dan harapan, aku tak ingin cinta ini memberikan kehancuran, dan ratapan yang tak leluasa memberikan bantuan sehingga luka tak tertebus dan duka meraja.
Kini esok dan nanti…betapa nyata betapa jiwa ini penuh dengan cinta, bagaikan mempertahankan jejak di gurun pasir agar tetap ada jerih payahku tuk bangun perasaanmu agar mencintaiku, tersentuh lirih, perih, hari-hariku tanpamu disisiku. Erangan biduan bagai mengalin tajam dalam keheningan, dan akupun bersembunyi.
Hati Yang Gersang
kepadaku, hatiku belum menemukan jiwa
kepadaku hatiku merapuh, melemah tak berdaya
kepadamu bidadari khayalku
dimana lagi kau simpan cerita tentang perasaanku, dimana kau simpan kisah tentang hatiku yang tak pernah memiliki kebahagiaan dan rasa suka selain duka
kepadamu bidadari khayalku
mendekatlah; karena bukanlah aku seorang yang ingin melukai perasaanmu
sungguh jiwaku adalah jiwa suci yang di bersihkan dari keruhnya hitam arti cinta
biarkan aku tertidur bersamamu
mendamaikan perasaanku
biarkan aku terus berada di sisimu
biarkan aku terus bersamamu hingga aku tak pernah dapat
membuka kedua mataku
biarkan aku dengan kedamaian berada di sisimu
Pencuri Hatiku
wahai pencuri, yang telah mencuri sebagian hidupku dan seluruh mimpiku;
jujur engkau adalah masa-lalu yang tak dapat pergi dan hilang, tak dapat musnah ataupun hancur
sepertinya ia telah melekat bersama kulit dan pikiranku;
ia menjelma seakan-akan ia adalah bagian dari diriku
wahai kekasih ku di masa lalu, aku sungguh mengharapmu
sungguh aku menginginkanmu;
katakanlah padaku bahwa engkau juga menginginkanku..
kekasih, bacalah syair ini; karena esok kau takkan menemukanku lagi atau melihat jejakku, bahkan mencari bayanganku
kekasih; esok aku akan pergi, ku katakan padamu bahwa aku teramat mencintaimu serta masa lalumu..
Kau Seindah Bidadari
kau seindah bidadari di hatiku mungkinkah aku mampu memilikimu
kau terindah bagiku, mungkinkah aku mampu berada di hatimu
kau terlukis di hatiku se-akan akan kaulah yang menghias seluruh mimpiku selama ini
ku-bayangkan seandainya engkau jadi pendampingku; memelukku , di sisi-ku menyayangiku
sungguh karena dirimu ku lukiskan impianku dalam tulisan-ku
ku-bayangkan andai kau menjadi kekasihku; kutangkap getir jiwa-mu kugantikan seribu senyuman
sungguh engkau telah menjadi penghuni hatiku, menggerakkan jiwa dan menghidupkan hatiku
kau bidadari-ku, maafkan aku jika engkau tak menginginkanku, kan kutepiskan khilafku dan kusingkirkan hayalku
walau akhirnya tak satupun ada yang dapat menggantikanmu di hatiku.
Mimpi
ada kedamaian yang kau bawakan , ia mengiringi malam ini beserta senyuman di wajahmu
jika engkau adalah mimpi, bangunkanlah aku
dan jika engkau adalah nyata sadarkanlah aku
aku terlalu berharap akan dirimu, menghiasi langit hatiku dan menerangi rumah jiwaku
cukup lama aku mengharapmu, menghayalkan perasaan yang kusimpan, hingga aku sendiripun tak mengerti penyakit yang menimpaku saat ini
jika ada rasa dalam hatimu untukku, katakanlah kepadaku melalui bait bait syairmu
dan jika rasa itu tak pernah ada katakanlah padaku melalui bait bait kesunyian
jiwaku adalah jiwa yang selalu menerima kesedihan dan kedukaan, dan aku takkan bersedih sedikitpun jika rasa ini adalah sebuah mimpi
wahai dirimu , dengarlah perasaan ini
ia takkan pernah mati, walaupun ini adalah sebuah mimpi , karena ia teramat indah untuk di lupakan
Rindu Tak Kunjung Tiba
satu detik yang lalu….
menerbangkan suasana hatiku merapuhkan jiwaku
ia mengikis mimpi yang pernah ada, membuang harapan yang selalu kubuat
ia adalah cinta yang sebenarnya , yang tak pernah tertidur kepada para pecinta
jangan bangunkan aku yang tenggelam dalam tidurku, biarkan aku terbawa hingga ujung usia
kini rindu menjadi rindu yang tak kunjung tiba
mabuk cinta
ahh……..
aku melayang, meninggalkan semua kenangan yang terjadi
ia adalah mimpi yang terlepas setelah ini
engkau adalah yang terakhir akan jadi kenanganku..
Kenangan Yang Tak Tergantikan
disaat kau bersamaku cahaya rembulan membasuh kulitku dan kulitmu
sedang cahaya bintang menyentuh wajahmu, membuat ia begitu indah dan menentramkan jiwa yang melihat pesonanya
kekasih; kukatakan padamu/ kenangan kemarin adalah kenangan yang takkan tergantikan oleh kisah manapun di belahan dunia ini; ia adalah kenangan yang melekat; se akan-akan ia adalah bagian dari tubuhku, dan tak mungkin aku meninggalkannya;
kekasih; kukatakan kepadamu ku bisikkan hatimu; bahwa aku takkan sanggup menghapus semua kenangan indah tentangmu






kritik dan saran silakan hubungi di email : okipramudia85@yahoo.com